Selasa, 30 Juni 2009

Cara Membuat Nata de Coco



Assalamu'alaikum

Kawan, seiring dengan terus meningkatnya angka pengangguran di negara kita, maka kita dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan peluang dan lebih kreatif menciptakan lapangan kerja sendiri atau bahkan bisa melibatkan orang lain / membuka lapangan kerja. Disini saya ingin membagi ilmu cara membuat nata de coco, yang mungkin bisa kawan manfaatkan:


Berikut resep dan cara membuatnya:
Bahan yang diperlukan:
Air kelapa 2 ½ liter
Gula pasir 200 gr
Pupuk ZA (urea) ½ sendok makan
Asam cuka glacial (CH3COOH ) ½ sendok makan
Bibit/starter bakteri Acetobacter xylium 200 ml (Bisa diperoleh di laboratorium pertanian)
Cara Membuat:
Rebus semua bahan kecuali bibit bakteri dan asam. Saring dan dinginkan dalam suhu 25-30oC. Tambahkan bakteri Acetobacter xylium dan asam cuka, aduk rata. Tuang campuran ini dalam baskom atau loyang pelastik hinga ketinggian air 2 cm. Tutup atasnya dengan kain kasa atau kertas. Inkubasikan/fermentasikan selama kurang lebih 1 minggu dalam suhu ruang dan di tempat yang gelap. Setelah terbentuk lapisan nata, angkat lapisan yang menyerupai agar-agar ini. Potong-potong dan rendam dalam air bersih hingga rasa asamnya hilang. Agar lebih tahan lama, rebus nata selama 5-10 menit. Rendam dalam larutan sirup gula atau sirup buah aneka rasa. Kemas sesuai selera.
Perhatikan kebersihan alat dan tempat yang digunakan karena sangat mempengaruhi keberhasilan nata de coco.


Selama mencoba,semoga berhasil.
Herlan S

Harusnya Bisa


Pacitan dikancah Otonomi Daerah

Pacitan sebuah Kota kecil yang secara geografis terdiri dari perbukitan yang struktur tanahnya mengandung banyak batu kapur. Sebelah selatan berbatasan langsung dengan Samudra hindia dan merupakan perbatasan antara Propinsi Jawa Timur dengan Propinsi Jawa Tengah. Dengan mayoritas penduduknya yang bekerja sebagai petani membuat kota kecil ini memiliki pendapatan per kapita daerah yang sangat sedikit, hal itu disebabkan karena lahan pertanian dikota kecil ini sangat terbatas dikarenakan struktur geografis yang terdiri dari perbukitan dan sistem irigasi yang belum memadai membuat proses produksi para petani diPacitan hanya bergantung pada musim hujan (untuk jenis pertanian padi). Namun begitu kota ini menyimpan sejuta potensi yang bisa dikembangkan untuk lebih membuat penduduknya hidup berkemakmuran. Misalnya sektor pariwisata, dengan melihat letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, Pacitan mempunyai potensi wisata Pantai yang luar biasa indah. Didukung dengan kondisi laut yang masih sangat bersih menjadikan pantai-pantai di Pacitan banyak dikagumi oleh para pengunjung. Meski akses jalan untuk masuk Pacitan kurang begitu nyaman (jalan berkelok-kelok dan juga kondisi jalan yang kurang baik) tak menyurutkan keinginan para pengunjung untuk datang dan menikmati keindahan alam di Pacitan. Penulis mengandaikan jika pemerintah Kabupaten Pacitan mau membenahi secara serius akses jalan masuk ke kabupaten Pacitan, memberikan alternatif pilihan cara masuk misalnya dengan membangun rel kereta api dan membangun sektor pariwisata dengan visi dan misi yang jelas, memberikan pengarahan pada masyarakatnya untuk mempertahankan kebudayaan daerah, mendidik masyarakat untuk menjadi masyarakat pariwisata yang tentunya membekali penduduk berbagai wacana kepariwisataan dan meningkatkan ketrampilan dan kreatifitas masyarakat Pacitan akan menjadi sebuah alternatif baru bagi kemakmuran kabupaten pacitan.

Dengan managemen yang terpusat dan fokus terhadap pembangunan image kota Pacitan sebagai Kota Pariwisata, saya pikir Pacitan bisa meningkatkan kompitisi Pacitan di kancah Otonomi daerah. Mengingat kota kecil ini sangat dekat dengan Kota Jogjakarta dan Solo yang sangat identik dengan kota pariwisata dan seni, Pacitan sangat mungkin untuk menjadi alternatif lain atau tambahan untuk dikunjungi bagi para wisatawan, baik wisatawan domestik maupun luar negeri. (her82)

Minggu, 28 Juni 2009

Apresiasi pada Creativ Marketing mas "Ippho Santoso"

Kanan, kanan, kanan, ........

aku dah baca 2 buku mas ipho "10 jurus terlarang" dan "marketing bulshit". sungguh mas iphho banyak memberiku inspirasi untuk lebih kreatif dalam mengelola pikiran, tujuan, dan tindakan.

harusnya kita memang lebih berani dan lugas untuk membuat kanan kita menjadi nyata, tentunya juga dengan memulai menggunakan kanan sebagai fokus dalam berpikir dan bertindak.


herlan