Rabu, 22 Juli 2009

Lembah Kelam Penantian

Sejak pagi derma telah dimulai
sisihkan hati tuk sesama
memberi
apapun dengan hati
terbaik untuk yang terbaik
kelak buah kan kita petik

assalamu'alaikum

Kawan aku coba merenungkan bangsa kita. Mengapa seperti sebuah panggung drama yang pemainnya mirip sekali degnan badut yang coba menarik simpati dengan mengejek badut lainnya. Tak terperikah dihati mereka jerit tangis anak lapindo, para penganggur, para tunawisma, anak jalanan, dan kaum kecil tertindas lainnya. Mengapa masih saja mereka suka dengan hal-hal yang tidak menguntungkan bangsa...? gesekan, sikut-sikutan, saling mengatasnamakan diri yang terbaik untuk bangsa, dan lain sebagainya. Tapi bagi kita yang kecil dan selalu terjepit tidak butuh semua angan dan obral janji, kita hanya butuh para tokoh pimpinan bangsa ini bersatu untuk menjadi panutan dalam mebangun negeri,bukan menjadi aktor dalam sirkus yang hanya mengundang gelak tawa negara tetangga. MALU

kami menanti perubahan yang baik, kami menanti kemudahan yang baik, kami menanti kejelasan yang baik, kami menanti kau pukul genderang kemenangan, kami menanti janji-janji itu, kami menanti semua pengabdianmu, tapi kami tak sabar menanti untuk memiliki harga diri sebagai bangsa yang besar, cerdas, dan santun. kita punya semuanya, meski kini pudar entah kemana. ibarat pepatah "seperti tikus yang mati dilumbung padi" karena kepicikan dan kebodohan. Jutaan kekayaan alam, jutaan generasi, dan keragaman yang tak tertandingi tak mampu berubah menjadi sebuah kekuatan.

Lembah kelam penantian,
dari kami degnan harapan untuk mereka yang ada di gedung dewan.

Jumat, 17 Juli 2009

Bom Meledak Lagi di Jakarta




Assalamualaikum

tanggal 17 Juli 2009 pagi hari meledak lagi bom di hotel yang notabene menjadi favorit WNA untuk menginap di Indonesia. marilah kita sejenak berdo'a untuk para korban yang tidak berdosa agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan untuk dapat tetap tabah dan sabar. dan perlu juga untuk kita renungkan betapa bangsa kita tercinta ini sedang mendapat banyak ujian yang bertubi-tubi sejak reformasi digulirkan. Insya Allah bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar jika kita sebagai generasi muda dan segenap rakyat Indonesia dapat meredam emosi dan mencari berita yang benar dan tidak provokatif sehingga sikap tenang dan dewasa rakyat akan membantu pemerintah dalam menangani dan mengembalikan ketenangan keadaan. perlu juga kita filter berita dari berbagai media yang seolah malah memperkeruh suasana dengan pola pemberitaan yang selalu terlihat kritis namun kurang mengingat efek negatif bagi para pembaca,pemirsa dan pengguna-nya, dengan model pemberitaan yang agak provokatif dan terkesan mencari-cari kesalahan dari beberapa kejadian teror dan pernyataan-pernyataan para elit politik bangsa untuk dibuat bertentangan, berseberangan atau bahkan di adu.

kiranya kita tidaklah boleh untuk terbawa arus pemberitaan yang menyebabkan kita curiga, gak kompak, gak saling menghargai dalam upaya kita untuk membangun bangsa indonesia. mengingat psikologi rakyat bangsa kita yang cenderung reaktif, maka sudah seyogyanya media menggunakan cara-cara yang lebih arif dalam pembahasaan atau pemberitaan agar tidak terbentuk opini yang merugikan bangsa di dalam masyarakat.

berbagai insiden yang akhir-akhir ini menguji bangsa kita memang terasa seperti sebuah rasa asam yang berlebihan ditengah rasa manis kita atas terselenggaranya pemilu 2009 dengan aman dan kondusif meski masih banyak yang harus diperbaiki.

tetaplah tegar bangsaku, Indonesiaku, Negaraku,....
meski kami masih terseok dalam membangun kebesaranmu namun jangan pernah ragukan bahwa kami akan selalu mencintaimu dan membelamu sampai akhir hayat kami
ibu pertiwi menangis lagi,...
redalah,...
kami terus berjuang tuk membuat bangsa ini semakin mandiri walaupun upaya yang kami lakukan sangatlah kecil dibanding dengan kebesaran yang engkau sediakan untuk kami
kami tak akan pernah berhenti membelamu..........!!!!!!!!!

Sabtu, 04 Juli 2009

Impian dan Mimpi

Assalamu'alaikum, pada tulisan saya kali ini saya mencoba untuk berbagi pendapat mengenai impian. Ditengah beratnya pertarungan hidup yang semakin sempit dan mengikat seperti sekarang ini kiranya memulai dari impian adalah langkah yang tepat untuk melepaskan diri dari stagnasi ide yang berimbas pada mandeknya (berhentinya) kreatifitas yang pasti pula akan menghasilkan berhentinya aktifitas produktif yang pro-aktif bukan pasif (menunggu). Pengggalan lagu soundtrack film "Laskar Pelangi" yang dibawakan oleh "Nidji Band" yang kurang lebih liriknya begini;

"mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
menarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya"


kiranya cukup untuk memberikan kita makna senandung yang mendampingi semangat disaat kita berusaha untuk meretas impian. Sebenarnya apasih perbedaan impian dan mimpi....? setahu saya impian itu terjadi pada saat kita sadar, terkontrol, terencana, dan terarah, sedang mimpi terjadi pada saat kita tidak sadar (biasanya orang menyebutnya sebagai bunga tidur) tidak terkontrol, dan tidak terencana. Impian mungkin lebih dekat dengan obsesi. Seringkali kita dengar petuah bijak tentang impian yang diantaranya berbunyi "gantunglah cita-citamu setinggi langit" so apa bedanya cita-cita setinggi langit dengan impian...? gak ada bedanya menurut saya. Jadi, marilah kawan kita bangun impian kita setinggi-tingginya tentunya kita harus tetap menari tanpa lelah hingga kita bisa meraihnya.Keep your rock and keep your dream. Dalam bukunya mas Ipho Santoso "10 Jurus Terlarang" dalam bab yang judulnya Change Your DNA, didalamnya dibahas lebih banyak untuk kita segera memilih DNA kita ya "Dream and Action" artinya ya segera pilih impianmu dan jangan tunggu lama-lama....segera action. Gak perlu ragu-ragu atau takut, lakukan saja biar Tuhan yang menentukan hasil akhirnya. Akhirnya selamat bermimpi (bercita-cita) semoga sukses dan jayalah negeri ini. Salam Kanan. (Her 82)

Jumat, 03 Juli 2009

Sebelum Tidur

Mohon maaf, ini sedang amar ma'ruf. Barangkali bermanfaat.

beberapa hal yang patut kita lakukan Sebelum tidur:
1. Menutup pintu dan mematikan lampu--HR Bukhari (6296), HR Muslim (2012)
2. Melakukan wudhu—HR Bukhari (247), HR Muslim (2710)
3. Membersihkan debu di atas tempat tidur—HR Bukhari (6320), Muslim (2714)
4. Berbaring di atas bagian tubuh sebelah kanan dan meletakkan pipi di lengan kanan—HR Bukhari (6314), Ahmad (22733)
5. Membaca beberapa doa di Quran:


a. Membaca ayat Kursi—Abu Hurairah
b. Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah—HR Bukhari (5017)
c. Membaca surat As-Sajdah—HR Bukhari (1027)
d. Membaca surat Al-Mulk--HR Bukhari (1027)
e. Membaca surat Al-Kaafiruun—HR Ahmad (23295), At Tirmidzi (3403)
f. Membaca Al Mu’awwidhatain (al-Ikhlas, Al-Alaq & An-Nass) tiga kali dan kemudian meniupkan di kedua kepalan tangan dan menggosokkan dari kepala, wajah dan seluruh bagian badan sebelah kanan lalu sebelah kiri yang bisa terjangkau tangan—HR Bukhari (5017)
g. Membaca beberapa doa yang dianjurkan Nabi s.a.w. yang bisa dibaca Khisnul Muslim atau Muslim Fortress
h. Membaca Tasbih, Hamdalah dan Takbir 33 kali—HR Bukhari (6318), HR Muslim (2727)
6. Sangat tidak dianjurkan tidur telungkup diatas perut karena ini adalah cara tidurnya setan—Bukhari dalam Al Adab al Mufrad (1187)
Ketika bangun tidur
1. Membaca Al hamdulillahilladzi ahyaana ba’da maa amaatana wa ilaihinnutsuur—HR BUkhari (6312), Ahmad (22760)
2. Membaca, La ilaha illa Allah wahdahu la syariikalah, Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir. Al hamdulillah subhaana Allah, wa laa ilaaha illa Allah wallllahu akbar, wa laa khaula wa laa quwwata illa billah. Allahummagfirli—HR Bukhari (1154)
3. Membaca sepuluh terakhir surat Al Imran—HR Bukhari (183), Ahmad (763)

(Disarikan dari The Book of Manners)