Jumat, 11 September 2009

Sharing

tak jarang hal-hal yang tidak kita inginkan datang menghampiri, berada dalam kesulitan dan merasa jalan bukan seperti yang diharap. seperti gempa yang tiba-tiba datang menghancurkan kota, begitulah cobaan mengujimu. kita tak akan bisa menolak kehadirannya, kita hanya bisa mempersiapkan diri jika itu terjadi. maka seperti itulah kita dalam skala besar menjalani hidup, ada banyak hal yang memang pasti akan terjadi dan tak bisa kita hindari, jadi sikap yang kesatria adalah bukan lari untuk menghindarinya, melainkan berusaha tegar dan siap untuk menghadapinya.

terkadang kita merasa direndahkan oleh orang lain, ditolak oleh partner, atau rencana yang tidak berjalan seperti harapan. tak jarang pula kita menjadi negatif karenanya. tak perlu lama-lama kita sesali, karena itulah kejadian terbaik yang membuat kita lebih kuat.sukses bukanlah ukuran hidup, meski itu adalaha harapan. namun proses proses dalam menjalani hiduplah yang membuat kita lebih menghargai makna kehidupan. tak perlu sedih dengan kesusahan dan tak perlu jumawa dengan keberhasilan. tingginya langit tak bisa diukur. hindarilah kesombongan, pahamilah keadaan, jagalah bicara, hormatilah sesama.

makhluk yang pernah hidup, pasti akan mengalami mati dan sesuatu yang mati sudah pasti pernah hidup. yang menang pasti pernah kalah, dan yang kalahpun pasti akan mengalami kemenangan. tak ada keadaan abadi karena keabadian hanya milik-Nya. tetaplah rendah hati,....OJO DUMEH,.....

Senin, 31 Agustus 2009

Different





"syukuri apa yang ada
hidup adalah anugrah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik"

seorang muda di panasnya terik mentari siang ini, berkalung harap akan recehan koin rupiah dari dendangnya. tak terlalu berirama, fals, tapi lebih riil dan konkret penjiwaannya dibanding penyanyi aslinya atau mungkin sama karena ryan menurutku juga apik ekspresinya. bukan itu yang ingin kucatat dan kubagi, namun pertanyaan tentang siapa sebenarnya yang paling bisa selamatkan masa depan mereka,....para musisi jalanan

benarkah kemalasan dan mental meminta yang membuat mereka bergerombol di bawah lampu merah...--aku rasa bukan itu jawabannya. bagaimana negara akan menjamin kehidupan rakyatnya, seperti mereka itu yang tidak mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan sekolah, dan harus hidup dijalanan menunggu uluran sedekah,....lha...wong yang berpendidikan tinggi aja masih susah untuk mendapatkan kelayakan di negara ini kok,.....

yah sudahlah,... seluruh makhluk hidup di negeri indonesia kita tercinta ini memang harus lebih peduli lagi kepada lingkungan, sesama, dan pemerintah,...karena hanya dengan sikap peduli dan tidak acuh tersebut kita bisa membantu terjadinya perubahan, demi kemajuan bangsa kita. tak bisa sepenuhnya berharap pada penguasa dan birokrat, tahu sendiri aja bahwa pemerintah kita masih belum bisa menyelenggarakan pemerintahan yang bersih,... buktinya meski tak terjerat oleh KPK masih ada saja mental-mental korup di instansi pemerintah atau pejabat-pejabat layanan publik, dai tingkat RT ampek tingkat tinggi, sunatan masal terhadap dana rakyat. terbaru BLBI beri kucuran buat si Bank Century, artinya konglomerat yang melarikan duit rakyat malah mendapat santunan dari lembaga pemerintah, yang tentunya itu duit juga HAK rakyat. dari pada di gae nanggung konglomerat guatheli sing mlayu mending dialokasikan ke masyarakat kecil jalanan untuk dijadikan dana pembinaan atau untuk kegiatan laen yang lebih bisa dinikmati rakyat kecil.

berhenti suudzon,...\
meybe, emang bener langkah pemerintah.....
meski terasa pahit di lidah rakyat kecil tapi yo wis ben,.. mungkin ada tujuan positiv yang luput dari telaah pikiran rakyat.

balik ke pengamen lampu merah,....
dengan jakun dilehernya yang naik turun, syair mereka adalah kegetiran. mereka lapar, haus, dan marginal.

so,.... ayo kita beri respect pada saudara-saudara kita dijalanan, dengan selalu membawa recehan bagi yang berlebih rejeki, dan membawa senyum ramah bagi yang masih kurang,....

Jumat, 28 Agustus 2009

Belajar Mengenal-Mu

Laju kendaraan sudah terdengar hiruk pikuk dijalanan, mentaripun telah terik sinarnya. hampir lelah kulangkahkan kaki, dalam mencari jawaban dari semua ujian yang engkau karuniakan padaku. Burungpun kudengar cicitnya meramaikan hari. dibawah kokoh tembok besar masjid ini aku termangu, menatap gerak daun palm yang diterpa angin. aku gundah. meski terasa seperti kebiasaan, aku berusaha tuk menepisnya.

kuarungi hari demi hari sendiri, mencoba meyakini mimpi ditengah keterbatasan dan keadaan yang menyelimutiku. aku pernah jatuh mungkin sering,. namun aku selalu yakin bisa kembali berdiri, walaupun tak urung juga aku kehilangan segalanya tentang diriku,..satu per satu.Di lelahnya waktuku, aku termenung, mencoba mengais makna dari sejuta warna. Allah mengujiku,....

kuputar otak mencari pintu keluar, kuyakini aku bisa lebh baik. apa,..? kemana,..? dan bagaimana,..? Hp ku berdering, kuangkat dan kudengarkan,...semuanya tentang tanggung jawab, tentang upaya, tentang kewajiban, tentang kesalahan, tentang berita, tentang pemintaan, tentang cinta,. tentang semuanya........! Aku disini, selalu tegar hadapi jalan terjal tuk gapai mimpi. Rasanya ingin berlari tuk katakan pada duniaku bahwa aku masih bisa, aku hanya butuh satu kesempatan,....eemmh Ya Allah kenapa aku merasa tak adil,..? maaffkan dosaku karena khilaf yang tak tersanggupkan.

aku masih duduk dimasjid ini, kuhela nafas,..mencoba menata hati. Ya Allah beri aku kemudahan dan kekuatan. beranjak kuberdiri menuju tempat ku bersuci, wudhu,kuingin berada diruang tenang nan damai, di sisi-Mu, Sholat.Allahu Akbar. selesai kuberikan harapan melalui do'a, panjang memang, sebab kuungkap semua tanya dan pinta. habis kata-kata kuucap maaf jika kuterlalu lemah Ya Rabbi, ingin lagi kutetap didekatmu,...kucoba membaca ayat demi ayat di Qur'an suci, meski terbata aku mengerti bukan itu yang Allah nilai. selesai.

sebentar kubersandar di pagar kayu, ditinggi bangunan lantai dua masjid megah ini. kulemparkan jauh pandanganku, kunikmati sentuhan angin semilir. huh,... jauh dalam lubu hatiku berkata "hanya aku dan Engkau yang tahu, hanyalah Engkau penolongku, beri aku ridho-Mu".

kuberanjak, kupacu sepeda maticku, menyusuri raya rimba yang tampak berbeda, dari sejam yang lalu (H82)

Rabu, 22 Juli 2009

Lembah Kelam Penantian

Sejak pagi derma telah dimulai
sisihkan hati tuk sesama
memberi
apapun dengan hati
terbaik untuk yang terbaik
kelak buah kan kita petik

assalamu'alaikum

Kawan aku coba merenungkan bangsa kita. Mengapa seperti sebuah panggung drama yang pemainnya mirip sekali degnan badut yang coba menarik simpati dengan mengejek badut lainnya. Tak terperikah dihati mereka jerit tangis anak lapindo, para penganggur, para tunawisma, anak jalanan, dan kaum kecil tertindas lainnya. Mengapa masih saja mereka suka dengan hal-hal yang tidak menguntungkan bangsa...? gesekan, sikut-sikutan, saling mengatasnamakan diri yang terbaik untuk bangsa, dan lain sebagainya. Tapi bagi kita yang kecil dan selalu terjepit tidak butuh semua angan dan obral janji, kita hanya butuh para tokoh pimpinan bangsa ini bersatu untuk menjadi panutan dalam mebangun negeri,bukan menjadi aktor dalam sirkus yang hanya mengundang gelak tawa negara tetangga. MALU

kami menanti perubahan yang baik, kami menanti kemudahan yang baik, kami menanti kejelasan yang baik, kami menanti kau pukul genderang kemenangan, kami menanti janji-janji itu, kami menanti semua pengabdianmu, tapi kami tak sabar menanti untuk memiliki harga diri sebagai bangsa yang besar, cerdas, dan santun. kita punya semuanya, meski kini pudar entah kemana. ibarat pepatah "seperti tikus yang mati dilumbung padi" karena kepicikan dan kebodohan. Jutaan kekayaan alam, jutaan generasi, dan keragaman yang tak tertandingi tak mampu berubah menjadi sebuah kekuatan.

Lembah kelam penantian,
dari kami degnan harapan untuk mereka yang ada di gedung dewan.

Jumat, 17 Juli 2009

Bom Meledak Lagi di Jakarta




Assalamualaikum

tanggal 17 Juli 2009 pagi hari meledak lagi bom di hotel yang notabene menjadi favorit WNA untuk menginap di Indonesia. marilah kita sejenak berdo'a untuk para korban yang tidak berdosa agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan untuk dapat tetap tabah dan sabar. dan perlu juga untuk kita renungkan betapa bangsa kita tercinta ini sedang mendapat banyak ujian yang bertubi-tubi sejak reformasi digulirkan. Insya Allah bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar jika kita sebagai generasi muda dan segenap rakyat Indonesia dapat meredam emosi dan mencari berita yang benar dan tidak provokatif sehingga sikap tenang dan dewasa rakyat akan membantu pemerintah dalam menangani dan mengembalikan ketenangan keadaan. perlu juga kita filter berita dari berbagai media yang seolah malah memperkeruh suasana dengan pola pemberitaan yang selalu terlihat kritis namun kurang mengingat efek negatif bagi para pembaca,pemirsa dan pengguna-nya, dengan model pemberitaan yang agak provokatif dan terkesan mencari-cari kesalahan dari beberapa kejadian teror dan pernyataan-pernyataan para elit politik bangsa untuk dibuat bertentangan, berseberangan atau bahkan di adu.

kiranya kita tidaklah boleh untuk terbawa arus pemberitaan yang menyebabkan kita curiga, gak kompak, gak saling menghargai dalam upaya kita untuk membangun bangsa indonesia. mengingat psikologi rakyat bangsa kita yang cenderung reaktif, maka sudah seyogyanya media menggunakan cara-cara yang lebih arif dalam pembahasaan atau pemberitaan agar tidak terbentuk opini yang merugikan bangsa di dalam masyarakat.

berbagai insiden yang akhir-akhir ini menguji bangsa kita memang terasa seperti sebuah rasa asam yang berlebihan ditengah rasa manis kita atas terselenggaranya pemilu 2009 dengan aman dan kondusif meski masih banyak yang harus diperbaiki.

tetaplah tegar bangsaku, Indonesiaku, Negaraku,....
meski kami masih terseok dalam membangun kebesaranmu namun jangan pernah ragukan bahwa kami akan selalu mencintaimu dan membelamu sampai akhir hayat kami
ibu pertiwi menangis lagi,...
redalah,...
kami terus berjuang tuk membuat bangsa ini semakin mandiri walaupun upaya yang kami lakukan sangatlah kecil dibanding dengan kebesaran yang engkau sediakan untuk kami
kami tak akan pernah berhenti membelamu..........!!!!!!!!!

Sabtu, 04 Juli 2009

Impian dan Mimpi

Assalamu'alaikum, pada tulisan saya kali ini saya mencoba untuk berbagi pendapat mengenai impian. Ditengah beratnya pertarungan hidup yang semakin sempit dan mengikat seperti sekarang ini kiranya memulai dari impian adalah langkah yang tepat untuk melepaskan diri dari stagnasi ide yang berimbas pada mandeknya (berhentinya) kreatifitas yang pasti pula akan menghasilkan berhentinya aktifitas produktif yang pro-aktif bukan pasif (menunggu). Pengggalan lagu soundtrack film "Laskar Pelangi" yang dibawakan oleh "Nidji Band" yang kurang lebih liriknya begini;

"mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
menarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya"


kiranya cukup untuk memberikan kita makna senandung yang mendampingi semangat disaat kita berusaha untuk meretas impian. Sebenarnya apasih perbedaan impian dan mimpi....? setahu saya impian itu terjadi pada saat kita sadar, terkontrol, terencana, dan terarah, sedang mimpi terjadi pada saat kita tidak sadar (biasanya orang menyebutnya sebagai bunga tidur) tidak terkontrol, dan tidak terencana. Impian mungkin lebih dekat dengan obsesi. Seringkali kita dengar petuah bijak tentang impian yang diantaranya berbunyi "gantunglah cita-citamu setinggi langit" so apa bedanya cita-cita setinggi langit dengan impian...? gak ada bedanya menurut saya. Jadi, marilah kawan kita bangun impian kita setinggi-tingginya tentunya kita harus tetap menari tanpa lelah hingga kita bisa meraihnya.Keep your rock and keep your dream. Dalam bukunya mas Ipho Santoso "10 Jurus Terlarang" dalam bab yang judulnya Change Your DNA, didalamnya dibahas lebih banyak untuk kita segera memilih DNA kita ya "Dream and Action" artinya ya segera pilih impianmu dan jangan tunggu lama-lama....segera action. Gak perlu ragu-ragu atau takut, lakukan saja biar Tuhan yang menentukan hasil akhirnya. Akhirnya selamat bermimpi (bercita-cita) semoga sukses dan jayalah negeri ini. Salam Kanan. (Her 82)

Jumat, 03 Juli 2009

Sebelum Tidur

Mohon maaf, ini sedang amar ma'ruf. Barangkali bermanfaat.

beberapa hal yang patut kita lakukan Sebelum tidur:
1. Menutup pintu dan mematikan lampu--HR Bukhari (6296), HR Muslim (2012)
2. Melakukan wudhu—HR Bukhari (247), HR Muslim (2710)
3. Membersihkan debu di atas tempat tidur—HR Bukhari (6320), Muslim (2714)
4. Berbaring di atas bagian tubuh sebelah kanan dan meletakkan pipi di lengan kanan—HR Bukhari (6314), Ahmad (22733)
5. Membaca beberapa doa di Quran:


a. Membaca ayat Kursi—Abu Hurairah
b. Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah—HR Bukhari (5017)
c. Membaca surat As-Sajdah—HR Bukhari (1027)
d. Membaca surat Al-Mulk--HR Bukhari (1027)
e. Membaca surat Al-Kaafiruun—HR Ahmad (23295), At Tirmidzi (3403)
f. Membaca Al Mu’awwidhatain (al-Ikhlas, Al-Alaq & An-Nass) tiga kali dan kemudian meniupkan di kedua kepalan tangan dan menggosokkan dari kepala, wajah dan seluruh bagian badan sebelah kanan lalu sebelah kiri yang bisa terjangkau tangan—HR Bukhari (5017)
g. Membaca beberapa doa yang dianjurkan Nabi s.a.w. yang bisa dibaca Khisnul Muslim atau Muslim Fortress
h. Membaca Tasbih, Hamdalah dan Takbir 33 kali—HR Bukhari (6318), HR Muslim (2727)
6. Sangat tidak dianjurkan tidur telungkup diatas perut karena ini adalah cara tidurnya setan—Bukhari dalam Al Adab al Mufrad (1187)
Ketika bangun tidur
1. Membaca Al hamdulillahilladzi ahyaana ba’da maa amaatana wa ilaihinnutsuur—HR BUkhari (6312), Ahmad (22760)
2. Membaca, La ilaha illa Allah wahdahu la syariikalah, Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir. Al hamdulillah subhaana Allah, wa laa ilaaha illa Allah wallllahu akbar, wa laa khaula wa laa quwwata illa billah. Allahummagfirli—HR Bukhari (1154)
3. Membaca sepuluh terakhir surat Al Imran—HR Bukhari (183), Ahmad (763)

(Disarikan dari The Book of Manners)

Selasa, 30 Juni 2009

Cara Membuat Nata de Coco



Assalamu'alaikum

Kawan, seiring dengan terus meningkatnya angka pengangguran di negara kita, maka kita dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan peluang dan lebih kreatif menciptakan lapangan kerja sendiri atau bahkan bisa melibatkan orang lain / membuka lapangan kerja. Disini saya ingin membagi ilmu cara membuat nata de coco, yang mungkin bisa kawan manfaatkan:


Berikut resep dan cara membuatnya:
Bahan yang diperlukan:
Air kelapa 2 ½ liter
Gula pasir 200 gr
Pupuk ZA (urea) ½ sendok makan
Asam cuka glacial (CH3COOH ) ½ sendok makan
Bibit/starter bakteri Acetobacter xylium 200 ml (Bisa diperoleh di laboratorium pertanian)
Cara Membuat:
Rebus semua bahan kecuali bibit bakteri dan asam. Saring dan dinginkan dalam suhu 25-30oC. Tambahkan bakteri Acetobacter xylium dan asam cuka, aduk rata. Tuang campuran ini dalam baskom atau loyang pelastik hinga ketinggian air 2 cm. Tutup atasnya dengan kain kasa atau kertas. Inkubasikan/fermentasikan selama kurang lebih 1 minggu dalam suhu ruang dan di tempat yang gelap. Setelah terbentuk lapisan nata, angkat lapisan yang menyerupai agar-agar ini. Potong-potong dan rendam dalam air bersih hingga rasa asamnya hilang. Agar lebih tahan lama, rebus nata selama 5-10 menit. Rendam dalam larutan sirup gula atau sirup buah aneka rasa. Kemas sesuai selera.
Perhatikan kebersihan alat dan tempat yang digunakan karena sangat mempengaruhi keberhasilan nata de coco.


Selama mencoba,semoga berhasil.
Herlan S

Harusnya Bisa


Pacitan dikancah Otonomi Daerah

Pacitan sebuah Kota kecil yang secara geografis terdiri dari perbukitan yang struktur tanahnya mengandung banyak batu kapur. Sebelah selatan berbatasan langsung dengan Samudra hindia dan merupakan perbatasan antara Propinsi Jawa Timur dengan Propinsi Jawa Tengah. Dengan mayoritas penduduknya yang bekerja sebagai petani membuat kota kecil ini memiliki pendapatan per kapita daerah yang sangat sedikit, hal itu disebabkan karena lahan pertanian dikota kecil ini sangat terbatas dikarenakan struktur geografis yang terdiri dari perbukitan dan sistem irigasi yang belum memadai membuat proses produksi para petani diPacitan hanya bergantung pada musim hujan (untuk jenis pertanian padi). Namun begitu kota ini menyimpan sejuta potensi yang bisa dikembangkan untuk lebih membuat penduduknya hidup berkemakmuran. Misalnya sektor pariwisata, dengan melihat letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, Pacitan mempunyai potensi wisata Pantai yang luar biasa indah. Didukung dengan kondisi laut yang masih sangat bersih menjadikan pantai-pantai di Pacitan banyak dikagumi oleh para pengunjung. Meski akses jalan untuk masuk Pacitan kurang begitu nyaman (jalan berkelok-kelok dan juga kondisi jalan yang kurang baik) tak menyurutkan keinginan para pengunjung untuk datang dan menikmati keindahan alam di Pacitan. Penulis mengandaikan jika pemerintah Kabupaten Pacitan mau membenahi secara serius akses jalan masuk ke kabupaten Pacitan, memberikan alternatif pilihan cara masuk misalnya dengan membangun rel kereta api dan membangun sektor pariwisata dengan visi dan misi yang jelas, memberikan pengarahan pada masyarakatnya untuk mempertahankan kebudayaan daerah, mendidik masyarakat untuk menjadi masyarakat pariwisata yang tentunya membekali penduduk berbagai wacana kepariwisataan dan meningkatkan ketrampilan dan kreatifitas masyarakat Pacitan akan menjadi sebuah alternatif baru bagi kemakmuran kabupaten pacitan.

Dengan managemen yang terpusat dan fokus terhadap pembangunan image kota Pacitan sebagai Kota Pariwisata, saya pikir Pacitan bisa meningkatkan kompitisi Pacitan di kancah Otonomi daerah. Mengingat kota kecil ini sangat dekat dengan Kota Jogjakarta dan Solo yang sangat identik dengan kota pariwisata dan seni, Pacitan sangat mungkin untuk menjadi alternatif lain atau tambahan untuk dikunjungi bagi para wisatawan, baik wisatawan domestik maupun luar negeri. (her82)

Minggu, 28 Juni 2009

Apresiasi pada Creativ Marketing mas "Ippho Santoso"

Kanan, kanan, kanan, ........

aku dah baca 2 buku mas ipho "10 jurus terlarang" dan "marketing bulshit". sungguh mas iphho banyak memberiku inspirasi untuk lebih kreatif dalam mengelola pikiran, tujuan, dan tindakan.

harusnya kita memang lebih berani dan lugas untuk membuat kanan kita menjadi nyata, tentunya juga dengan memulai menggunakan kanan sebagai fokus dalam berpikir dan bertindak.


herlan