Sejak pagi derma telah dimulai
sisihkan hati tuk sesama
memberi
apapun dengan hati
terbaik untuk yang terbaik
kelak buah kan kita petik
assalamu'alaikum
Kawan aku coba merenungkan bangsa kita. Mengapa seperti sebuah panggung drama yang pemainnya mirip sekali degnan badut yang coba menarik simpati dengan mengejek badut lainnya. Tak terperikah dihati mereka jerit tangis anak lapindo, para penganggur, para tunawisma, anak jalanan, dan kaum kecil tertindas lainnya. Mengapa masih saja mereka suka dengan hal-hal yang tidak menguntungkan bangsa...? gesekan, sikut-sikutan, saling mengatasnamakan diri yang terbaik untuk bangsa, dan lain sebagainya. Tapi bagi kita yang kecil dan selalu terjepit tidak butuh semua angan dan obral janji, kita hanya butuh para tokoh pimpinan bangsa ini bersatu untuk menjadi panutan dalam mebangun negeri,bukan menjadi aktor dalam sirkus yang hanya mengundang gelak tawa negara tetangga. MALU
kami menanti perubahan yang baik, kami menanti kemudahan yang baik, kami menanti kejelasan yang baik, kami menanti kau pukul genderang kemenangan, kami menanti janji-janji itu, kami menanti semua pengabdianmu, tapi kami tak sabar menanti untuk memiliki harga diri sebagai bangsa yang besar, cerdas, dan santun. kita punya semuanya, meski kini pudar entah kemana. ibarat pepatah "seperti tikus yang mati dilumbung padi" karena kepicikan dan kebodohan. Jutaan kekayaan alam, jutaan generasi, dan keragaman yang tak tertandingi tak mampu berubah menjadi sebuah kekuatan.
Lembah kelam penantian,
dari kami degnan harapan untuk mereka yang ada di gedung dewan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
"monggo" silahkan dikomentari