Senin, 31 Agustus 2009

Different





"syukuri apa yang ada
hidup adalah anugrah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik"

seorang muda di panasnya terik mentari siang ini, berkalung harap akan recehan koin rupiah dari dendangnya. tak terlalu berirama, fals, tapi lebih riil dan konkret penjiwaannya dibanding penyanyi aslinya atau mungkin sama karena ryan menurutku juga apik ekspresinya. bukan itu yang ingin kucatat dan kubagi, namun pertanyaan tentang siapa sebenarnya yang paling bisa selamatkan masa depan mereka,....para musisi jalanan

benarkah kemalasan dan mental meminta yang membuat mereka bergerombol di bawah lampu merah...--aku rasa bukan itu jawabannya. bagaimana negara akan menjamin kehidupan rakyatnya, seperti mereka itu yang tidak mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan sekolah, dan harus hidup dijalanan menunggu uluran sedekah,....lha...wong yang berpendidikan tinggi aja masih susah untuk mendapatkan kelayakan di negara ini kok,.....

yah sudahlah,... seluruh makhluk hidup di negeri indonesia kita tercinta ini memang harus lebih peduli lagi kepada lingkungan, sesama, dan pemerintah,...karena hanya dengan sikap peduli dan tidak acuh tersebut kita bisa membantu terjadinya perubahan, demi kemajuan bangsa kita. tak bisa sepenuhnya berharap pada penguasa dan birokrat, tahu sendiri aja bahwa pemerintah kita masih belum bisa menyelenggarakan pemerintahan yang bersih,... buktinya meski tak terjerat oleh KPK masih ada saja mental-mental korup di instansi pemerintah atau pejabat-pejabat layanan publik, dai tingkat RT ampek tingkat tinggi, sunatan masal terhadap dana rakyat. terbaru BLBI beri kucuran buat si Bank Century, artinya konglomerat yang melarikan duit rakyat malah mendapat santunan dari lembaga pemerintah, yang tentunya itu duit juga HAK rakyat. dari pada di gae nanggung konglomerat guatheli sing mlayu mending dialokasikan ke masyarakat kecil jalanan untuk dijadikan dana pembinaan atau untuk kegiatan laen yang lebih bisa dinikmati rakyat kecil.

berhenti suudzon,...\
meybe, emang bener langkah pemerintah.....
meski terasa pahit di lidah rakyat kecil tapi yo wis ben,.. mungkin ada tujuan positiv yang luput dari telaah pikiran rakyat.

balik ke pengamen lampu merah,....
dengan jakun dilehernya yang naik turun, syair mereka adalah kegetiran. mereka lapar, haus, dan marginal.

so,.... ayo kita beri respect pada saudara-saudara kita dijalanan, dengan selalu membawa recehan bagi yang berlebih rejeki, dan membawa senyum ramah bagi yang masih kurang,....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"monggo" silahkan dikomentari