Jumat, 28 Agustus 2009

Belajar Mengenal-Mu

Laju kendaraan sudah terdengar hiruk pikuk dijalanan, mentaripun telah terik sinarnya. hampir lelah kulangkahkan kaki, dalam mencari jawaban dari semua ujian yang engkau karuniakan padaku. Burungpun kudengar cicitnya meramaikan hari. dibawah kokoh tembok besar masjid ini aku termangu, menatap gerak daun palm yang diterpa angin. aku gundah. meski terasa seperti kebiasaan, aku berusaha tuk menepisnya.

kuarungi hari demi hari sendiri, mencoba meyakini mimpi ditengah keterbatasan dan keadaan yang menyelimutiku. aku pernah jatuh mungkin sering,. namun aku selalu yakin bisa kembali berdiri, walaupun tak urung juga aku kehilangan segalanya tentang diriku,..satu per satu.Di lelahnya waktuku, aku termenung, mencoba mengais makna dari sejuta warna. Allah mengujiku,....

kuputar otak mencari pintu keluar, kuyakini aku bisa lebh baik. apa,..? kemana,..? dan bagaimana,..? Hp ku berdering, kuangkat dan kudengarkan,...semuanya tentang tanggung jawab, tentang upaya, tentang kewajiban, tentang kesalahan, tentang berita, tentang pemintaan, tentang cinta,. tentang semuanya........! Aku disini, selalu tegar hadapi jalan terjal tuk gapai mimpi. Rasanya ingin berlari tuk katakan pada duniaku bahwa aku masih bisa, aku hanya butuh satu kesempatan,....eemmh Ya Allah kenapa aku merasa tak adil,..? maaffkan dosaku karena khilaf yang tak tersanggupkan.

aku masih duduk dimasjid ini, kuhela nafas,..mencoba menata hati. Ya Allah beri aku kemudahan dan kekuatan. beranjak kuberdiri menuju tempat ku bersuci, wudhu,kuingin berada diruang tenang nan damai, di sisi-Mu, Sholat.Allahu Akbar. selesai kuberikan harapan melalui do'a, panjang memang, sebab kuungkap semua tanya dan pinta. habis kata-kata kuucap maaf jika kuterlalu lemah Ya Rabbi, ingin lagi kutetap didekatmu,...kucoba membaca ayat demi ayat di Qur'an suci, meski terbata aku mengerti bukan itu yang Allah nilai. selesai.

sebentar kubersandar di pagar kayu, ditinggi bangunan lantai dua masjid megah ini. kulemparkan jauh pandanganku, kunikmati sentuhan angin semilir. huh,... jauh dalam lubu hatiku berkata "hanya aku dan Engkau yang tahu, hanyalah Engkau penolongku, beri aku ridho-Mu".

kuberanjak, kupacu sepeda maticku, menyusuri raya rimba yang tampak berbeda, dari sejam yang lalu (H82)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"monggo" silahkan dikomentari